# Project Management — AMR ROS2 K4 > **Project**: Blockly ROS2 Robot Controller (Kiwi Wheel AMR) > **ROS2 Distro**: Jazzy > **Last Updated**: 2026-03-10 > **Current Focus**: `kiwi_controller` — Adaptive control for Kiwi Wheel drive Dokumentasi lengkap dapat dilihat di [DOCUMENTATION.md](DOCUMENTATION.md). # Aturan pengggunaan dokumen bab pada dokumen merepresentasikan alur rencana pengembangan. ## Potential Enhancements bab ini digunakan untuk Feasibility Study ## Planned Feature Backlog. Setelah kita pelajari untuk di kerjakan maka kita pindah ke backlog ## Feature Task penjabaran Pekerjaan yang ready untuk dikerjakan. Task harus dijelaskan apa yang akan dikerjakan dan terdapat definition of done nya Berikut ini adalah template untuk pembuatan task : ``` ## : jelaskan permasalah di bab ini ### Definition Of Done jelaskan apa yang dimaksut untuk menyelesaikan task ``` --- # Potential Enhancements this list is short by priority - **ROS Feature in generated block blocky**: currently, block blocky only generate action client, and there is sub/pub and other ROS feature need to implement to get/set value to node. - **Launch files**: `blockly_bringup` package with ROS2 launch files to start all nodes with one command - **Sensor integration**: Subscriber nodes for sensor data feeding back into Blockly visual feedback - **ROS2 lifecycle nodes**: Migrate executor and controller to lifecycle nodes for managed state transitions - **Simulation**: Integrate with Gazebo/Isaac Sim for testing Kiwi Wheel kinematics before deploying to hardware - **Block categories**: Future blocks grouped into Robot, Sensors, Navigation categories # Feature Task ## 1 GPIO Node (digital out + digital in) : [x] Membuat ROS2 node (`gpio_node`) yang berjalan di Raspberry Pi untuk mengontrol pin GPIO secara langsung melalui `gpiod`. Node ini menerima perintah digital output via topic `/gpio/write` dan mempublikasikan state digital input via topic `/gpio/state`. Executor handler di-wire-up untuk publish/subscribe ke topic-topic tersebut pada mode real hardware. ### Definition Of Done - Package `gpio_node` dibuat dengan entry point `gpio_node = gpio_node.gpio_node:main` - Custom message `GpioWrite.msg` dan `GpioRead.msg` didefinisikan di `blockly_interfaces` - Handler `digital_out` mempublish `GpioWrite` ke `/gpio/write` pada mode real - Handler `digital_in` subscribe ke `/gpio/state` dan membaca cache pin state - Block `digitalIn.js` ditambahkan sebagai output block (return 0/1) - Task `pixi run gpio-node` dan `pixi run build-gpio` tersedia - Dependency `gpiod` ditambahkan untuk `linux-aarch64` - Integration test `test_block_gpio.py` mencakup digital_out dan digital_in - `pixi run build` berhasil tanpa error ## 2 Function & Main Program Block in Blockly : [x] Saat ini Blockly workspace hanya mendukung linear execution — semua top-level blocks dijalankan berurutan tanpa entry point yang jelas. Belum ada cara untuk mendefinisikan reusable functions. Enhancement ini menambahkan: 1. **Function blocks** — menggunakan built-in Blockly procedure blocks (`procedures_defnoreturn`, `procedures_defreturn`, `procedures_callnoreturn`, `procedures_callreturn`) dengan override code generator untuk menghasilkan `async function` + `await` calls agar kompatibel dengan `executeAction()`. 2. **Main Program block** — custom hat block sebagai entry point program. Ketika ada Main Program block, hanya function definitions + main block body yang di-execute (orphan blocks diabaikan). Tanpa Main Program block, behavior tetap backward compatible. Perubahan ini murni di sisi JS/frontend. Tidak ada perubahan di Python side (executor, handlers, action interface). ### Definition Of Done - File `async-procedures.js` dibuat di `blockly/core/` — override procedure generators ke async/await + fungsi `generateCode(ws)` - File `mainProgram.js` dibuat di `blockly/blocks/` — Main Program hat block (no top/bottom connector, statement input BODY) - Category "Functions" muncul di toolbox (menggunakan `custom: 'PROCEDURE'`) - Category "Program" muncul di toolbox dengan Main Program block - Hanya satu Main Program block diperbolehkan per workspace (enforced via change listener) - `debug-engine.js`, `ui-tabs.js` menggunakan `generateCode()` sebagai pengganti `workspaceToCode()` - Tanpa Main block: blocks lama tetap berjalan normal (backward compatible) - Dengan Main block: hanya function definitions + main block body yang di-execute - Code tab menampilkan generated code yang sesuai (async functions + main body) - Debug mode (breakpoints, step over/into) bekerja di dalam function calls - Export/Import workspace dengan main block & functions bisa di-save dan di-load - `pixi run build-app` berhasil tanpa error